Senin, 28 Januari 2013

Hadits Sebagai Sumber IPTEK



I.          PENDAHULUAN
Sebagai sumber ilmu pengetahuan kedua, hadits telah menjadi faktor pendukung utama kemajuan ilmu pendidikan. Banyak hadits yang berbicara tentang ilmu terutama ilmu pengetahuan, misalnya hadits tentang mencari ilmu (tholabul ilmi).
Penemuan ilmiah modern telah banyak membantu kita memahami maksud yang tersembunyi dari hadits, diantaranya isyarat tentang alam dan sejumlah komponennya, berbagai fenomena dan hukumnya. Oleh karena itu disini kita akan mempelajari sedikit tentang isyarat kosmologis dan keilmuan yang tersembunyi dalam hadits secara lugas dan gamblang.

II.          RUMUSAN MASALAH
A.    Pengertian hadits dan IPTEK
B.     Hadits sebagai sumber ilmu
C.     Contoh hadits tentang sains

III.          PEMBAHASAN
A.    Pengertian hadits dan IPTEK
Hadits adalah “Seluruh perkataan, dan hal ihwal tentang Nabi Muhammad SAW, sedangkan menurut yang lainnya adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya”
Yang dimaksud dengan hal ihwal dari definisi diatas ialah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi yang berkaitan dengan himmah, karakteristik, sejarah kelahiran, dan kebiasaan-kebiasaanya.
Artinya:
“Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik yang berupa perkataan, perbuatan, taqrir, maupun sifat beliau” 
IPTEK, terdiri dari dua kata yaitu ilmu pengetahuan dan technology, Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method). Sedang teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan iptek merupakan hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan iptek
B.     Hadits sebagai sumber ilmu
Sebagai sumber ilmu pengetahuan kedua, hadits telah menjadi faktor pendukung utama kemajuan ilmu pendidikan. Banyak hadits yang berbicara tentang ilmu terutama ilmu pengetahuan. Landasan hadits sebagai sumber ilmu adalah QS. An Najm ayat 3-4 yang artinya “tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan dan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
1.      Semangat membaca alam sebagai ayatullah pertama
Satu hal yang menarik ialah bahwa alqur’an sangat menggalakkkan manusia memperhatikan bahkan meneliti alam dan menemukan ayat-ayat Allah yang mengatur fenomena itu. Ibnu Rusy, sarjana muslim yang terkenal pernah mengatakan, bahwa alam raya ini adalah kitab Allah yang pertama, sebelum kitab-kitab Allah yang lain yang berbentuk wahyuNya. Gejala alam telah berbicara kepada mereka yang mau mengerti akan ayat-ayat Allah yang tealah dipatuhi alam itu. Di dalam praktek, sunnatullah yang diketemukan para Saintis itu selalu melalui beberapa percobaan atau ekperimen.
2.      Pendekatan hadits
a)      Hilir ke hulu
Pendekatan hulu berangkat dari penemuan IPTEK menuju Sunnah yang bertujuan untuk menemukan hadits yang mungkin menjadi sumber temuan tersebut. Contoh : teori tentang Geosentris dan Helio sentries, setellah dicocokkan dengan al-Hadits ternyata terbukti bahwa pusat tatasurya adalah matahari bukan bumi.
b)      Hulu ke hilir
Hadits ke iptek contohnya tentang melihat bulan pada saat akan mulai puasa ramadlan, sebagaimana hadits nabi : “ mulailah berpuasa setelah merukyat hilal dan beridul fitrilah setelah merukyatnya ; jika langit tertutup awan lakukanlah pengkadaran [H.R Bukhori Muslim]
Diilhami oleh hadits tersebut, dan dimotivasi oleh perbedaan dan kontroversi penentual awal dan akhir romadlon, maka ICMI Orsat Kawasan Puspitek dan sekitarnya bekerjasama dengan Orsat Pasar jum’at dan sekitarnya menemukan teleskop rukyat. System ini menggunakan tehnology mutakhir dari teleskop, filter substraksi, pengolahan citra, perekaman video, computer, dan telekomunikasi.
Dengan menggunakan penemuan ini, maka pelaksanaan rukyatul hilal dapat dipermudah dan citranya dapat direkam, konferensi jarak jauh serta dipancar luaskan dalam siaran langsung televise melalui satelit komunikasi.[1]
C.     Contoh hadits tentang sains
1.      Kebulatan bumi
Salah satu ayat Alqur’an ada yang menjelaskan bahwa : “Dan kami Telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (QS. Al Hijr ayat 19). Ayat ini belum mampu menjelaskan bagaimana  kebulatan dari bumi, karena seolah-olah bumi dihamparkan luas dan lingkaran layaknya uang koin.
Hal ini diperjelas oleh hadits yang diriwayatkan dari ibnu Abbas bahwasanya rosul pernah ditanya kemana tenggelamnya benda-benda angkasa yang tenggelam itu, dan dari mana terbitnya benda-benda angkasa yang terbit itu?. Nabi mejawab:  Ia tetap berada pada tempatnya. Tidak berpindah dan bergeser. Ia tenggelam bagi satu kaum dan terbit bagi kaum yang lain. Ia tenggelam dan terbit pada suatu kaum. (dan dalam waktu bersamaan) satu kaum mengatakan ia tenggelam sementara kaum yang lain mengatakan ia terbit. Musnad imam abiy Ishaq al Hamadaniy.[2]
Hadits ini menjelaskan bahwa matahari terus menerus terbit dan terbenam saling bergantian di atas permukaan bumi. Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika bumi berbentuk bulat atau elips dan ia terus menerus berputar mengelilingi porosnya di hadapan matahari sehingga terjadilah siang dan malam diatas permukaannya secara bergantian. Dan ini akan berlangsung hingga kiamat tiba.
2.      Gen penawar racun pada lalat
Hadist nabi : Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya. [HR. Bukhari].
Hadist Rasulullah ini dibuktikan oleh para ilmuwan. Para ilmuwan telah menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga yang bernama lalat. Lalat mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan. Mereka melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada lalat sehingga mereka mengatakan bahwa di dalam setiap sayap seekor lalat itu terdapat  fungsi – fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit – menit atau berjam – jam.
Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil. Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan.
Gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar hingga 1000X dalam setiap detiknya.[3]
Dari segi fungsi kesehatan dari gen refilin menunjukkan bahwa gen ini adalah satu gen yang mampu mengobati penyakit – penyakit yang ada pada syaraf – syaraf arteri dan meina. Syaraf arteri yang seringkali terjadi penyumbatan didalamnya, dapat diobati dengan gen refilin yang ada pada lalat.
Demikian sempurna dan jeniusnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam. Jika ada lalat jatuh pada minuman kalian, maka tenggelamkanlah lalat itu dengan tujuan agar gen – gen refilin yang ada di sayap lalat dapat bertebaran di air hingga menjadikan minuman itu bebas dari bakteri – bakteri yang ada pada sayap lalat yang lainnya.
Manusia meneliti dan mempelajarinya dengan mikroskop selama puluhan tahun tetapi Rasulullah sudah lebih dahulu tahu bahwa di sayap lalat terdapat gen penyembuh atas petunjuk dari Allah Azza Wa Jalla sebagai sang Maha Pencipta segala sesuatu dan Maha Mengetahui akan seluk beluk ciptaanNya.

IV.          KESIMPULAN
Hadits sebagai sumber ilmu pengetahuan kedua, telah menjadi faktor pendukung utama kemajuan ilmu pendidikan. Banyak hadits yang berbicara tentang ilmu terutama ilmu pengetahuan, misalnya hadits tentang mencari ilmu (tholabul ilmi).
Penemuan –penemuan ilmiah modern telah banyak membantu kita memahami maksud yang tersembunyi dari hadits, diantaranya isyarat tentang alam dan sejumlah komponennya, berbagai fenomena dan hukumnya, salah satu isyaratnya adalah kebulatan bumi dan gen refilin pada lalat.
Selain itu juga terdapat beberapa pendekatan dalam mengkaji hadits diantaranya; pendekatan ke hulu dan ke hilir.

V.          Penutup
Demikianlah makalah yang sederhana ini kami susun semoga dapat bermanfaat bagi penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Akhirnya dengan kerendahan hati sebagai manusia yang mempunyai banyak sekali kekurangan kami mengakui bahwa makalah kami jauh dari sempurna. Oleh sebab itu kritik dan saran kami tunggu demi perbaikan makalah selanjutnya. Semoga niat baik kita diridloi oleh Allah SWT. Amin.
Selamat membaca,


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad As-Shouwy dkk., Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang IPTEK, Jakarta : Gema Insani Press. 1995

http://chemistrahmah.com/fakta-ilmiah-lalat-hadis-rasulullah-tentang-lalat.html

Yusuf Al-Qordawy, As-Sunnah sebagai sumber IPTEK dan Peradaban, Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 1998

Zaghlul an-Najjar, Pembuktian Sains dalam Sunnah, Jakarta : AMZAH, 2006


[1] Ahmad As-Shouwy dkk., Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang IPTEK, Jakarta : Gema Insani Press. 1995, hal. 118-119
[2] Zaghlul an-Najjar, Pembuktian Sains dalam Sunnah, Jakarta : AMZAH, 2006, hal. 39

0 komentar:

Poskan Komentar